Rabu, 21 September 2016

BERBAHASA
Manusia diciptakan oleh Allah Shubhanahu wata'ala, dengan berbagai kelebihan salah satu diantaranya seperti seperti menusia bisa berpikir dan manusia juga bisa berbicaca (hayawanun nathiq) dalam kitab Syamsiah.
Kehidupan manusia pun tidak luput dari perbuatan, entah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk. Nah pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas tentang etika berbahasa, karena manusia itu pada haqiqatnya bisa berbahasa berbeda dengan makhluk-makhluk lain yang diciptakan oleh Allah Swt. walaupun dalam syariatnya semua makhluk pun juga memiliki bahasa nya masing-masing seperti hewan, jin, syetan, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya. 
akan tetapi Allah Swt mencantumkan manusia itu mempunyai kelebihan yaitu salalah satu nya berbicara.
Dalam kehidupan manusia itu ada yang baik dan yang buruk, kenapa adanya seperti itu karna memang untuk membedakan. sebenarnya memang pada dasarnya perbuatan baik dan buruk ini mempunyai manfaat nya masing-masing, seperti kita tidak akan pernah tau perbuatan itu baik atau enggak baiknya tanpa kita tahu perbuatan buruk begitupun sebaliknya kita tidak akan pernah tau perbuatan buruk tanpa adanya perbuatan baik.
Allah Swt telah menciptakan perbuatan seperti itu, begitupun juga dengan bahasa atau ucapkan yang kita ucapkan sehari-hari, dan semuanya itu mempunyai nilai pahala dan ganjaran dari Allah Swt. istilah nya seperti menginvestasikan atau menabungkan penghasilan buah keringat kita dari pekerjaan yang dilakukan setiap hari dan kalau sudah lama pasti akan mendapatkan hasil yang lebih besar, nah begitupun dengan perbuatan kita.
Bahasa yang diucapkan itu memang seharusnya itu baik, kalau dalam bahasa sunda itu leumeus, karna pasti akan berdampak baik pula. 
 Yang jadi pertanyaan bagaiman kalau dengan faktor lingkungan ? misalkan dilingkungan tersebut terbiasa dengan bahasa yang tidak baik. apakah kita sendiri harus mengkuti bahasa yang tidak baik tersebut walaupun kita tahu dan terbiasa dengan perbuatan baik.
Jawabannya Tidak sama Sekali. Artinya walaupun dalam lingkungan tersebut terbiasa seperti itu, akan tetapi kita jangan sampai terbawa arus atau terpengaruhi.
seharusnya kita itu bisa mengarahkan kealaur yang lebih baik, walaupun kelihatannya tidak mungkin akan tetapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, kalau kita mempunyai kemauan dan tekad untuk mengamalkan dijalan Allah, Maka Allah pun tidak akan mungkin membiarkan. percayalah Allah pasti bersama kita.
Jikalau kita terbawa arus seperti kita berbahasa yang tidak baik terhadap sesama manusia, maka kita sendiri seperti berbahasa yang tidak baik terhadap sang penciptanya.
Atau jikalau kita berbuat Buruk/dholim terhadap sesama manusia, maka kita seperti berbuat dholim terhadap sang penciptanya yaitu Allah.
Jikalau kita menghina terhadap sesama manusia maka kita seperti menghina sang penciptanya yaitu Allah Swt.
maka dari itu janganlah kita sampai berbuat seperti itu, karna berbahasa yang baik itu sendiri mendekatkan terhadap rizki. AMIN
mudah''an kita semua berada dalam lindungan Allah Swt. dan mendapat hidayahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar