Rabu, 16 Oktober 2024

Dokumen RTL dan Dokumentasi Kegiatan

 

LAPORAN RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN PADB

 

 

 

 

 

 

 

Nama            : DOMO, S.Pd., M.Pd.

NIP              : 198905062023211014

Bidang Studi: PADB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi, Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMKN 1 Sukalarang

Lingkup Pendidikan

Sekolah MENENGAH

Tujuan yang ingin dicapai

1.      Mengidentifikasi sifat-sifat eksponen.

2.      Mengidentifikasi bentuk akar.

3.      Mengidentifikasi fungsi eksponen.

4.      Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan fungsi eksponen.

Penulis

DOMO, S.Pd., M.Pd.

Tanggal

17 Oktober 2024

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah ini adalah:

1.      Rendahnya hasil belajar siswa pada materi soal operasi hitung pembagian.

Kemampuan matematika yang dimiliki peserta didik penting untuk dilatih, karena menjadi salah satu keterampilan yang diperlukan peserta didik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru tentu memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan PADB siswa kelas XI BR 1 terutama materi Cabang Iman Menepati Janji. Adapun situasi yang dihadapi yaitu:

a.       Nilai PADB siswa kelas XI masih rendah

b.      Siswa masih menganggap PADB merupakan mata pelajaran yang sulit, sehingga mereka enggan dalam pelajaran tersebut.

c.       Ketika guru bertanya tentang soal PADB, siswa cenderung tidak mau menjawab.

d.      Media yang digunakan guru kurang menarik dalam pembelajaran PADB.

2.      Model pembelajaran masih cenderung konvensional, karena guru kurang memahami model pembelajaran inovatif.

3.      Media pembelajaran yang digunakan guru belum bervariasi guru hanya menggunakan satu media saja yaitu gambar, guru kurang memaksimalkan media yang memanfaatkan teknologi (TIK) dalam pembelajaran.

 

Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena

a.       Permasalahan yang ditemui oleh penulis merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran.

b.      Praktik pembelajaran ini dapat memotivasi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mendesain pembelajaran inovatif.

c.       Sebagai acuan guru lainnya, untuk menyelesaikan permasalahan yang sama dalam muatan pelajaran PADB. Guru harus memilih model pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik, dan menuntun peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran, selain itu guru juga harus memilih media yang tepat dalam pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik, sehingga hasil belajar peserta didik pada pelajaran PADB materi Cabang Iman Menepati Janji dapat meningkat.

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini:

Adapun peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai guru saya mempunyai tanggungjawab terhadap proses dan keberhasilan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai motivasi dan hasil belajar yang maksimal dengan mendesain pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif.

Tantangan:

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Berdasarkan penyebab dari permasalahan diatas tantangan yang dihadapi guru yaitu:

1.      Rendahnya hasil belajar siswa dalam PADB materi Cabang Iman Menepati Janji

2.      Guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning karena guru kurang menguasai terkait penggunaan model-model pembelajaran yang inovatif.

3.      Guru kurang mengintegrasikan TPACK dalam pembelajaran

4.      Pemilihan media pembelajaran kurang menarik dan kurang sesuai dengan materi pembelajaran.

Adapun pihak yang terlibat dalam parktik ini adalah:

1.      Kepala sekolah (Mirafuddin, S.Pd., M.T) yang telah memberikan izin dan mendukung pelaksanaan Pembelajaran

2.      Rekan sejawat (Hijaz Syarif Hidayatullah, S.Pd.I) sebagai kameramen.

3.      Peserta didik kelas XI BR 1 sebagai subjek dalam kegiatan pembelajaran.

Aksi:

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Berdasarkan tantangan yang dihadapi, langkah- langkah yang saya harus dilakukan yaitu:

Ø  Menyusunperangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, LKPD, media yang akan digunakan PPT, instrumen penilaian, media konkret papan pembagian serta bahan ajar.

Ø  Menggunakan pendekatan TPACK dan model PBL dengan metode Ceramah, pengamatan, diskusi, tanya jawab, dan penugasan.

Ø  Meminta bantuan rekan sejawat

Strategi yang saya pilih untuk menyelesaikan masalah kemampuan peserta didik kelas XI BR 1 SMKN 1 SUKALARANG dalam memecahkan soal Eksponensial dan Logaritma yaitu menerapkan model PBL berbantuan media konkret papan pembagian dengan pendekatan scientific-TPACK.

Langkah-langkah pembelajaran yang saya lakukan sebagai berikut:

1.      Melakukankegiatanpendahuluan dimulai dari mengucapkan salam, berdoa, presensi, apersepsi, dan tujuan pembelajaran.

2.      Selanjutnya melakukan kegiatan inti pembelajaran dengan memperhatikan sintak PBL. Adapun sintaks dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yaitu:

a.       Orientasi peserta didik pada masalah

b.      Mengorganisasikan peserta didik

c.       Membimbing penyelidikan secara individu maupun kelompok

d.      Mengembangkandan menyajikanhasil karya

e.       Menganalisis dan evaluasi masalah

3.      Keiatan terakhir saya lakukan yaitu kegiatan penutup. Urutan kegiatan penutup yaitu:

a.       Mulaidarimembimbing pesertadidik menyimpulkan materi yang telah dipelajari

b.      Memberikansoal evaluasi kepada peserta didik

c.       Melakukan refleksi pembelajaran

d.      Menyampaikaninformasi materi selanjutnya

e.       Berdoa sesudah pembelajaran

f.        Salam

Sumber daya atau materi yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1.      Ruangan kelas

2.      Laptop

3.      Proyektor

4.      Speaker

5.      Terminal

6.      Kamera

7.      Tripod

8.      Kameramen

Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan?Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Berdasarkan pada hasil observasi dan penilaian yang dilakukan maka dampak dari penerapan model pembelajaran PBL dengan pendekatan saintifik yang dikolaborasikan dengan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TPACK dan media konkret papan pembagian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari nilai hasil evaluasi pembelajaran nilai rata-rata pengetahuan peserta didik adalah 80, dan nilai rata-rata keterampilan adalah 85 yang telah mengalami peningkatan dari hasil belajar pada pembelajaran sebelumnya menerapkan model Problem Based Learning (PBL).

1.      Adapun respon orang lain terkait strategi yang dilakukan: Respon dari peserta didik : berdasarkan hasil observasi peserta didik menjawab senang dengan jumlah persentase 100% dapat dilihat peserta didik lebih bersemangat mengikuti pembelajaran karena model Problem Based Learning memungkinkan peserta didik untuk aktif dan bekerja sama, selanjutnya dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran berupa media PPT disertai penayangan video pembelajaran juga media konkret peserta didik lebih memahami materi yang disampaikan, selain itu peserta didik juga merasa senang karena di dalam pembelajaran guru menyelingi dengan melakukan ice breaking.

2.      Respon dari rekan guru : terkait strategi pembelajaran yang dilakukan sangat positif dan tertarik untuk mengadopsi keberhasilan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Faktor keberhasilan meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan strategi pembelajaran tersebut karena model pembelajaran inovatif yang digunakan merupakan penerapan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered) sehingga peserta didik termotivasi dan bersemangat dalam belajar.

Pembelajaran yang diperoleh dari keseluruhan proses aksi adalah saya mendapat feedback positif baik dari peserta didik maupun guru lainnya dengan adanya penerapan model-model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Selain itu saya semakin memahami bahwa sebagai guru tidak ada kata berhenti untuk belajar untuk mengembangkan potensi diri dalam kemajuan proses belajar mengajar baik dari segi model, metode, media ajar, sistem penilaian dan lainnya untuk meningkatkan dan kualitas pendidikan.

 

RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)

IDENTITAS DIRI

Nama Penulis: DOMO, S.Pd., M.Pd.

Lokasi: SMKN 1 SUKALARANG

Kelas: XI BR 1

Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan model PBL (Problem Based Learning) perlu dilakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL):

1.      Saya akan terus menggunakan strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk membantu siswa belajar tentang topik yang mereka minati.

2.      Setelah melaksanakan tindakan PPL 1 dan 2, saya akan terus meningkatkan pengetahuan saya tentang materi yang perlu saya pelajari untuk menunjang dalam proses pembelajaran yaitu dengan mempelajari materi profesional dan pedagogik, dan membuat modul pembelajaran yang menyesuaikan keterampilan belajar abad ke-21, seperti menggunakan alat digital, dan menggunakan pendekatan TPACK berbasis masalah.

3.      Saya mengecek rancangan yang telah dibuat dari perangkat pembelajaran yang digunakan untuk Pembelajaran 2. Saya kemudian memperbaiki beberapa kekurangan dan kesalahan yang ditemukan pada perangkat pembelajaran setelah memperhitungkan masukan dari guru dan rekan sejawat.

4.      Mulai awal Agustus tahun 2024, saya akan mengerjakan rencana untuk membuat bahan ajar yang lebih inovatif. Ini akan membantu saya dalam membuat rencana implementasi untuk proyek saya jauh lebih baik dari biasanya.

5.      Seorang pendidikan akan menyesuaikan model pembelajaran, metode, dan media yang paling sesuai dengan materi dan kebutuhan siswa. Ini akan memungkinkan sekolah dapat menerapkan atau menerapkan materi yang diadaptasi.

6.      Mengikuti pelatihan, lokakarya, webinar, dan kegiatan pengembangan lainnya akan membantu saya tetap mengikuti perkembangan teknik dan strategi baru sesuai dengan perkembangan zaman.

Demikian Rencana Tindak Lanjut yang telah saya laksanakan

Sukabumi, 17 Oktober 2024

                                                                                                                   Penulis

 

                                                                                                                   DOMO, S.Pd., M.Pd.




Dokumentasi Kegiatan




Minggu, 23 Desember 2018

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=779770832355698&id=100009683644903

Rabu, 21 September 2016

BERBAHASA
Manusia diciptakan oleh Allah Shubhanahu wata'ala, dengan berbagai kelebihan salah satu diantaranya seperti seperti menusia bisa berpikir dan manusia juga bisa berbicaca (hayawanun nathiq) dalam kitab Syamsiah.
Kehidupan manusia pun tidak luput dari perbuatan, entah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk. Nah pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas tentang etika berbahasa, karena manusia itu pada haqiqatnya bisa berbahasa berbeda dengan makhluk-makhluk lain yang diciptakan oleh Allah Swt. walaupun dalam syariatnya semua makhluk pun juga memiliki bahasa nya masing-masing seperti hewan, jin, syetan, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya. 
akan tetapi Allah Swt mencantumkan manusia itu mempunyai kelebihan yaitu salalah satu nya berbicara.
Dalam kehidupan manusia itu ada yang baik dan yang buruk, kenapa adanya seperti itu karna memang untuk membedakan. sebenarnya memang pada dasarnya perbuatan baik dan buruk ini mempunyai manfaat nya masing-masing, seperti kita tidak akan pernah tau perbuatan itu baik atau enggak baiknya tanpa kita tahu perbuatan buruk begitupun sebaliknya kita tidak akan pernah tau perbuatan buruk tanpa adanya perbuatan baik.
Allah Swt telah menciptakan perbuatan seperti itu, begitupun juga dengan bahasa atau ucapkan yang kita ucapkan sehari-hari, dan semuanya itu mempunyai nilai pahala dan ganjaran dari Allah Swt. istilah nya seperti menginvestasikan atau menabungkan penghasilan buah keringat kita dari pekerjaan yang dilakukan setiap hari dan kalau sudah lama pasti akan mendapatkan hasil yang lebih besar, nah begitupun dengan perbuatan kita.
Bahasa yang diucapkan itu memang seharusnya itu baik, kalau dalam bahasa sunda itu leumeus, karna pasti akan berdampak baik pula. 
 Yang jadi pertanyaan bagaiman kalau dengan faktor lingkungan ? misalkan dilingkungan tersebut terbiasa dengan bahasa yang tidak baik. apakah kita sendiri harus mengkuti bahasa yang tidak baik tersebut walaupun kita tahu dan terbiasa dengan perbuatan baik.
Jawabannya Tidak sama Sekali. Artinya walaupun dalam lingkungan tersebut terbiasa seperti itu, akan tetapi kita jangan sampai terbawa arus atau terpengaruhi.
seharusnya kita itu bisa mengarahkan kealaur yang lebih baik, walaupun kelihatannya tidak mungkin akan tetapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, kalau kita mempunyai kemauan dan tekad untuk mengamalkan dijalan Allah, Maka Allah pun tidak akan mungkin membiarkan. percayalah Allah pasti bersama kita.
Jikalau kita terbawa arus seperti kita berbahasa yang tidak baik terhadap sesama manusia, maka kita sendiri seperti berbahasa yang tidak baik terhadap sang penciptanya.
Atau jikalau kita berbuat Buruk/dholim terhadap sesama manusia, maka kita seperti berbuat dholim terhadap sang penciptanya yaitu Allah.
Jikalau kita menghina terhadap sesama manusia maka kita seperti menghina sang penciptanya yaitu Allah Swt.
maka dari itu janganlah kita sampai berbuat seperti itu, karna berbahasa yang baik itu sendiri mendekatkan terhadap rizki. AMIN
mudah''an kita semua berada dalam lindungan Allah Swt. dan mendapat hidayahnya.

Sabtu, 10 September 2016

Artinya : "Ya Allah! Wahai Yang Paling Dermawan dari semua yang memberi, Wahai Yang Paling Baik dari semua yang diharap, Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.Ya Allah! Sampaikanlah selawat ke atas Nabi Muhammad dan keluarganya yang terdahulu; Sampaikan selawat ke atas Muhammad dan keluarganya yang kemudiannya; Sampaikanlah selawat ke atas Muhammad dan keluarganya yang berada dalam kafilah para malaikat; Sampaikanlah selawat ke atas Muhammad dan keluarganya yang berada dalam kafilah para Rasul. Ya Allah! Kurniakanlah kepada Muhammad dan keluarganya, wasilah, keutamaan, kemuliaan dan darjat yang tertinggi.Ya Allah! Bahawasanya daku mempercayai Muhammad SAW, dan daku belum pernah melihatnya; Maka jangan halangi daku  untuk melihatnya pada hari kiamat. Anugerahkanlah padaku supaya dapat berdekatan dengannya. Matikan daku dalam agamanya. Berilah daku minuman dari telaganya, minuman yang segar yang tiada lagi dahaga selamanya dan sesudahnya. Sesungguhnya Dikau Maha Kuasa atas segala sesuatu.Ya Allah! Bahawasanya daku mempercayai Muhammad SAW dan daku belum pernah melihatnya. Maka  perkenalkan padaku wajahnya di syurga. Ya Allah! Sampaikanlah salamku yang tak terhingga kepada Muhammad dan keluarganya".

.
.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam  bersabda: “Sebaik-baik doa  adalah pada hari Arafah, dan sebaik-baik doa yang aku dan para nabi yang lain ucapkan ialah: ‘Tiada Tuhan yang sebenarnya yang layak disembah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.’” (Hadis Riwayat Tirmizi)

Senin, 02 Desember 2013

Tauran-Remaja
        Tawuran Antar Pelajar Akibat Rasa Setia Kawan yang Berlebihan,Rasa setia kawan atau lebih dikenal dengan sebutan rasa solidartas adalah hal yang lumrah atau biasa kita temukan dalam kehidupan, misalkan dalam persahabatan rasa setiakawan akan menjadi alasan mengapa persahabatan bisa menjadi kuat. Ia bisa menjadi indah ketika ditempatkan dalam porsi yang pas dan seimbang.

        Namun, rasa setia kawan yang berlebihan akan menyebabkan hal yang buruk, salah satunya adalah mengakibatkan tawuran antar pelajar. Mungkin dari kita pernah mendengar tawuran antar pelajar yang dipicu karena ketersingguhan seorang siswa yang tersenggol oleh pelajar sekolah lain saat berpapasan di terminal, atau masalah kompleks lainnya. Misalkan, permasalahan pribadi, rebutan perempuan, dipalak dan lain sebagainya.
        Ini dapat menjadikan pelajar malas dalam menyelesaikan masalah dirinya sendiri, tanpa mau menyelesaikannya sendiri dan cenderung tidak berani bertanggung jawab. Menjadi ketergantungan dan akan menimbulkan dampak yang negatif bagi perkawanan itu sendiri.
        Tawuran antar pelajar akibat sejarah permusuhan dengan sekolah lain kadang permasalahan tawuran antar pelajar dipicu pula dengan adanya sejarah permusuhan yang sudah ada dari generasi sebelumnya dengan sekolah lain, beredarnya cerita-cerita yang menyesatkan, bahkan memunculkan mitos berlebihan membuat generasi berikutnya, terpicu melakukan hal yang sama.
        Sudah saatnya generasi muda membuktikan potensi dalam dirinya, dan sudah menjadi tugas kewajiban orang tua, sekolah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait untuk mencegah terjadinya bentuk-bentuk penyelewengan pelajar, terutama permasalahan yang membuat was-was menjadi sebuah tindakan kriminal, tawuran antar pelajar.mulyawan77.blogspot.com